Selasa, 20 Maret 2012

DSIA : Strategi Pengembangan




Kunjungi Blog ini :
  1. www.akutansi-akuntansi.blogspot.com ini berisi kumpulan materi perkuliahan untuk mata kuliah program studi akuntansi.
  2. www.akutansi-akuntansimnj.blogspot.com ini berisi kumpulan materi perkuliahan untuk mata kuliah program studi manajemen.
  3. www.akutansi-akuntansipajak.blogspot.com ini berisi kumpulan materi perkuliahan untuk perpajakan.
  4. www.akutansi-akuntanssoal.blogspot.com ini berisi kumpulan soal-soal yang sudah diberikan pada ujian mid semester dan ujian semester baik mata kuliah program studi akuntansi, mata kuliah program studi manajemen.
  5. www.akutansi-akuntansart.blogspot.com ini berisi kumpulan  artikel tulisan saya yang saya buat.
 

Para akuntan mengalami berbagai kesulitan dalam mengembangkan SIA antara lain :
  • Permintaan atas sumber daya pengembangan begitu banyak hingga proyek SIA dapat terlambat hingga beberapa tahun.
  • SIA yang baru didesain tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan para pemakainya.
  • Proses pengembangan dapat memakan waktu begitu lama hingga system tersebut tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan perusahaan
  • Para Pemakai tidak dapat menspesifikasikan kebuthan mereka dengan tepat.
  • Perubahan SIA seringkali sulit untuk dibuat setelah persyaratan telah ditetapkan menjadi spesifikasi.

Pada bagian ini akan dibahas :
Tiga cara untuk mendapatkan system informasi yang baru :
  • Membeli software yang telah deprogram
  • Mengembangkan software sendiri
  • Outsourcing (mengontrak perusahaan luar)

Tiga cara untuk mempercepat atau meningkatkan proses pengembangan :
  • Rekayasa teknis proses bisnis
  • Menggunakan prototype
  • Pembuatan software dengan bantuan computer
  
1. MEMBELI SOFTWARE   
§         Software missal (canned software) dibuat oleh perusahaan pengembang software dan dijual di pasar terbuka untuk berbagai lapisan pemakai yang memiliki persyaratan yang hampir sama .
§         Kelebihan membeli software kemudahan ketersediaan software dan biaya yang lebih murah.
§         Diperkirakan 80% perusahaan saat ini yang memasang computer, menggunakan atau mempertimbangkan untuk menggunakan software missal.
§         Sistem terima jadi (turnkey system), perusahaan menggabungkan software dan hardware, serta menjual keduanya sebagai satu paket. Contohnya restoran, supermarket, perbaikan mobil.
§         Penyedia jasa aplikasi (application serice providers-ASPs)menyediakan Web-based software pada computer mereka dan mengirim software ke klien melalui internet.  Dalam hal, ini perusahaan tidak harus membeli, memasang, dan mempertahankan software masal.  Melainkan perusahaan “menyewa” software yang mereka butuhkan dari ASPs.  Keuntungan dari cara ini adalah pengurangan biaya software dan overhead administrasi, pembaruan software secara otomatis, penyesuaian skal dengan pertumbuhan bisnis, akses global ke informasi, akses ke personel ahli TI, dan kemungkinan untuk memfokuskan pada kompentensi keuangan inti, bukan pada persyaratan TI
§         Masalah utama dengan software masal adalah sering kali software tersebut tidak memenuhi semua kebutuhan informasi atau pemrosesna data diperusahaan.

Pembelian Sofware dan SDLC
Perusahaan yang membeli, bukan mengembangkan software SIA, masih harus mengikuti proses SDLC sebagai berikut :
  1. Analisis system.  Perusahaan harus melakukan penyelidikan awal, survey system, dan survey kelayakan.  Perusahaan juga harus menetapkan persyaratan SIA.
  2. Desain Konseptual Sistem. Bagian yang penting dari desaian konseptual adalah menetapkan apakah software yang memenuhi persyaratan SIA telah tersedia.
  3. Desain Fisik. Beberapa tahap desain fisik, seperti pendesaian dan pengkodean program dapat dihilangkan, sedangkan mendesain output, input, file, dan prosedur pengendalian tetap dilakukan.
  4. Implementasi dan perubahan.  Perusahaan harus merencanakan implementasi dan perubahan aktivitas, memilih dan melatih personel, memasang dan menguji hardware dan software, mendokumentasikan  prosedur, dan mengubah dari system yang lama ke SIA yang baru.  Tidak menguji modul software atau dokumen program computer itu sendiri.
  5. Operasi dan Pemeliharaan.  SIA dioperasikan seperti software lainnya.  Dan vebdornya biasanya melakukan pemeliharaan atas software tersebut.                     

Memilih Vendor.
  • Memutuskan untuk membuat atau membeli software dapat dilakukan secara terpisah dari keputusan untuk mendapatkan hardware, perbaikan, pemeliharaan, dan sumber daya SIA lainnya.
  • Vendor dapat ditemukan dengan mencari dari buku telepon, mendapatkan referensi, mencari dalam majalah computer atau perdagangan, menghadiri konferensi, atau menggunakan organisasi pencari, dan yang penting selektif dalam memilih vendor.

Mendapatkan Hardware dan Sotfware
§         Perusahaan yang membeli system yang besar dan rumit akan mengirimkan permintaan proposal (Request For Proposal – RFP), yang mengundang para vendor untuk mengusulkan sebuah system pada tanggal yang telah ditentukan.
§         Pendekatan formal untuk mendapatkan system, seperti RFP, keunggulannya sbb :
Menghemat Waktu.  Informasi yang sama diberikan ke semua vendor, meniadakan pengulangan tinjauan dan pertanyaan.
Menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Semua respons diberikan dalam format yang sama dan informasi yang terkait telah dicantumkan dalam bentuk tertulis.
Mengurangi Kesalahan.  Peluang mengabaikan factor-faktor yang penting atau berkurang.
Menghindarkan dari potensi ketidaksesuian.  Kedua pihak memiliki perkiraan yang sama dan informasi yang terkait telah dicantumkan dalam bentuk tertulis.
Makin banyak informasi yang diberikan perusahaan kepada vendor, makin baik peluang perusahaan untuk menerima system yang dapat memenuhi persyaratan perusahaan (aplikasi input/output, file serta database yang dibutuhkan, frekwensi dan metode untuk pembaruan file dan permintaan, serta karakteristik atau persyaratan unik lainnya)

Mengevaluasi Proposal dan Memilih Sistem
  • Proposal yang kehilangan informasi yang penting, akan gagal untuk memenuhi persyaratan minimum atau tidak jelas sehingga harus dieliminasi.
  • Proposal yang dapat melalui pemeriksaan awal ini harus dengan hati-hati dibandingkan dengan persyaratan SIA yang diusulkan untuk menetapkan apakah:
    1. Proposal tersebut memenuhi semua persyaratan wajib.
    2. Berapa banyak persyaratan yang diinginkan dapat dipenuhi

Kriteria Evaluasi Hardware, Software, dan Vendor
Evaluasi Hardware
Apakah biaya hardware wajar, sesuai kemampuan dan fiturnya ?
Dapatkah hardware menjalankan software yang diinginkan ?
Apakah kecepatan pemrosesan CPU dan kemampuannya untuk penggunaan yang direncanakan ?
Apakah kemampuan penyimpanan sekunder memadai ?
Apakah kecepatan dan kemampuan input dan output memadai ?
Apakah system memiliki kemampuan komunikasi yang memadai ?
Apakah system dapat ditingkatkan ?
Apakah hardware didasarkan pada tekhnologi terbaru, atau tehknologi lama atau yang akan segera ketinggalan zaman ?
Apakah hardware tersedia saat ini ? Jika tidak, kapan ?
Apakah system yang dipertimbangkan sesuai dengan hardware, software, dan peripheral yang ada saat ini ?
Bagaimana evaluasi kinerja system jika dibandingkan dengan pesaingnya ?
Bagaimana ketersediaan dan biaya dukungan serta pemeliharaannya ?
Apakah ada pengaturan pendanaan ? 
Evaluasi software
Apakah software memenuhi semua spesifikasi wajib ?
Seberapa baik software tersebut memenuhi spesifikasi yang diinginkan ?
Akankah perubahan program dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan ?
Apakah software berisi pengendalian yang memadai ?
Apakah kinerja (kecepatan, akurasi, keandalan) memadai ?
Berapa banyak perusahaan lain yang menggunakan software tersebut ?
Apakah pemakai lainnya puas dengan software tersebut ?
Apakah software tersebut didokumentasikan dengan dengan baik ?
Apakah software tersebut sesuai dengan software perusahaan yang ada saat ini ?
Apakah software tersebut mudah digunakan oleh pemakai ?
Dapatkah software tersebut didemontrasikan dan diuji ?
Apakah software tersebut memiliki jaminan yang memadai ?
Apakah software tersebut fleksibel dan mudah dipelihara ?
Apakah permintaan on-line  atau file serta catatan – tersedia ?
Akankah vendor terus memperbarui software tersebut ?
Evaluasi  Vendor
Seberapa lama vendor telah ada dalam bisnis tersebut ?
Seberapa besar vendor tersebut ?
Apakah vendor secara keuangan stabil dan aman ?
Seberapa banyak pengalaman yang dimiliki vendor dengan hardware dan software tersebut. ?
Seberapa baik vendor menjamin produk  tersebut ? Seberapa baik garansinya?
Apakah vendor secara rutin memperbarui produknya ?
Apakah vendor memberikan pendanaan  ?
Akankah vendor memasukkan janji-janji dalam kontrak ?
Akankah vendor memasok daftar pelanggan sebagai referensi ?
Apakah vendor memiliki reputasi dalam hal keandalan dan menjadi tempat bergantung ?
Apakah vendor memberikan dukungan dan pemeliharaan atas hardware dan software ?
Apakah vendor memberikan dukungan untuk implementasi dan pemasangan ?
Apakah vendor memiliki personel yang berkualitas bagus, responsive, dan berpengalaman ?
Apakah vendor memberikan pelatihan ?
Seberapa responsive dan tepat waktu dukungan dari vendor ?
       
2. PENGEMBANGAN SISTEM OLEH DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI

Banyak organisasi yang mengembangkan software mereka sendiri karena kebutuhan perusahaan unik atau karena ukuran perusahaan dan keunikannya membuthkan software khusus.  Software khusus biasanya dikembangkan dan ditulis sendiri atau melibatkan perusahaan luar.  Ketika mengontrak organisasi luar, perusahaan harus mempertahankan pengendalian atas proses pengembangan, dengan memperhatikan hal-hal berikut :
§         Memilih pengembang dengan hati-hati.  Pengembang luar harus memiliki pengalaman dalam industri perusahaan, pemahaman yang baik atas bisnis secara umum dan pemahaman mendalam tentang bagaimana perusahaan melakukan bisnisnya.
§         Menandatangani Kontrak. Kontrak harus menempatkan tanggung jawab untuk memenuhi persyratan dari perusahaan ke pengembang dan memungkinkan menghentikan proyek jika kondisi-kondisi utama tertentu tidak dipenuhi.
§         Rencanakan dan awasi setiap langkah.  Semua aspek dari proyek harus didesain secara terinci, dan harus ada pemeriksaan untuk mengawasi proyek.
§         Menjaga Komunikasi Yan Efektif.  Hubungan antara pengembang dan perusahaan harus disebutkan secara menyelutuh dan jelas.
§         Kendalikan Semua Biaya.  Biaya harus dikendalikan dengan ketat dan arus kas harus diminimalkan hingga proyek tersebut telah selesai dan diterima.    

Beberapa pendekatan yang dapat digunakan perusahaan untuk mengembangkan system sesuai kebutuhan dari perusahaan pengembang system yang telah memberi izin.
Pengembang Software oleh Pemakai Akhir EUC (End-User-Computing).  Adalah pengembangan, penggunaan, dan pengendalian aktif atas system informasi berbasis computer oleh para pemakai (orang yang menggunakan TI untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri daripada tergantung pada ahli-ahli sistem).

Pengembangan pemakai akhir (end user development- EUD) terjadi ketika para pemakai informasi, seperti para manajer, akuntan, dan auditor internal mengembangkan aplikasi mereka sendiri dengan menggunakan spesialis computer sebagai penasihat.  Berikut ini adalah contoh-contoh yang perkembangan oleh pemakai akhir yang tepat :
  1. Menarik informasi dari database perusahaan untuk menghasilkan laporan sederhana atau untuk menjawab permintaan yang tidak rutin.
  2. Melakukan sensivitas “what if” atau analisis statistic.
  3. Mengembangkan aplikasi dengan menggunakan software yang telah jadi, seperti spreadsheets, atau system database.
  4. Mempersiapkan jadwal dan daftar, seperti jadwal depresiasi, dafar jatuh tempo piutang usaha, dan amortisasi pinjaman.

Manfaat dan Resiko dari End-User Computing
Manfaat
Resiko
·        Para pemakai mengendalikan proses pengembangan dan memutuskan system apa yang dibuat dan diimplementasikan .
·        Sistem yang dikembangkan lebih dapat memenuhi kebutuhan para pemakai.
·        Sistem dikembangkan ketika dibutuhkan
·        Sumber daya sistem dapat bebas untuk tugas lainnya.
·        Sistem biasanya mudah digunakan dan diubah.
§         Sistem buatan pemakai lebih mungkin berisi kesalahan atau disengaja salah melalui cara-cara tertentu (kesalahan logika dan pengembangan)
§         Sistem diimplementasikan walaupin belum diuji secara memadai.
§         Sistem cenderung tidak efisien atau menggunakan lebih banyak sumber daya dari yang seharusnya.
§         Sistem seringkali dikendalikan dan didokumentasikan secara kurang baik.
§         Sistem cenderung tidak sesuai dengan sistem lainnya dalam organisasi .
§         Semakin besarnya peluang dibuatnya sistem ganda atau tersia-sianya sumber daya organisasi.
§         Seringkali berakibat timbulnya biaya sistem keseluruhan yang makin besar.

Mengelola dan Mengendalikan End – User Computing
Cara terbaik adalah memberikan petunjuk dan standar yang cukup agar dapat secara memadai mengendalikan sistem tetapi tetap memungkinkan mendapatkan fleksibilitas yang mereka butuhkan.  Contoh adalah help desk (dapat mendorong, mendukung, mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai aktivitas pemakai akhir, kewajiban help desk termasuk hal-hal berikut ini :
  1. Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.
  2. Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.
  3. Melatih pemakai akhir tentang bagaimana menggunakan hardware atau software tertentu, dan meyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.
  4. Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai akhir yang baru.
  5. Membantu pengembangan aplikasi.

Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar untuk :
  • Pembelian hardware dan software untuk memastikan kesesuaian .
  • Mendokumentasikan dan menguji aplikasi
  • Mengendalikan maslah-masalah keamanan seperti penipuan, pembajakan software dan virus.

Mengendalikan data perusahaan agar
  • Para pemakai akhir yang sah dapat mengakses dan berbagi data.
  • Data tidak di duplikasi
  • Akses ke data yang rahasia di batasi.

3. MELAKUKAN OUTSOURCING UNTUK SISTEM
Outsource adalah mengontrak perusahaan luar untuk menangani semua bagian dari data aktivitas pemrosesan organisasi.
Outsource mainframe, penyedia layanan membeli semua komponen klien dan mempekerjakan semua atau sebagian besar pegawai klien. Penyedia layanan tersebut kemudian mengoperasikan dan mengelola keseluruhan sistem dilokasi klien atau memindahkan sistem tersebut ke computer penyedia layanan.

Keuntungan
Kerugian
·        Merupakan solusi untuk bisnis dan juga sistem informasi .
·        Memungkinkan perusahaan menggunakan dengan lebih baik asset dan sumber daya langka milikinya.
·        Memberikan akses keahlian yang lebih besar dan tekhnologi yang lebih canggih.
·        Dapat menurunkan biaya sistem informasi keseluruhan perusahaan.
·        Dapat menghasilkan pengembangan sistem yang lebih cepat dan lebih efisien.
·        Membantu meniadakan puncak kepadatan dan kejarangan penggunaan sistem.
·        Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan
·        Kontrak outsourcing tidak terlalu fleksible karena jangka waktunya.
·        Perusahaan dapat kehilangan kendali atas sistem dan data mereka.  Hal ini dapat mengakibatkan penyalahgunaan, seperti data rahasia di bagi kepara pesaing.
·        Sejalan dengan waktu, perusahaan dapat kehilangan pandangan atas kebutuhan informasinya dan bagaimana sistem tersebut dapat memberi perusahaan keunggulan komparatif.
·        Merupakan hal yang mahal dan susah untuk mengubah keputusan outsourcing dan mengganti hardware, software dan orang-orangnya.
·        Banyak tujuan dan manfaat outsourcing yang tidak pernah terwujud.
·        Layanan yang diberikan oleh beberapa pihak pemberi layanan kurang baik.

4. REKAYASA ULANG PROSES BISNIS.
Adalah analisis menyeluruh pendesain ulang yang lengkap atau proses bisnis dan system informasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang dramastis (Proses Revolusioner yang menantang struktur organisasi, peraturan, asumsi, aliran kerja, deskripsi kerja, prosedur manajemen, pengendalian, dan nilai serta budaya organisisasi.

Tujuh Prinsip Perekayasaan ulang:
  1. Mengatur hasil, bukan tugas (Pekerjaan setiap didesain,diseputar tujuan atau hasil menyelesaikan proses.
  2. Membuat pemakai output melakukan proses (Departemen yang memesan perlengkapan adalah departemen yang benar-benar menggunakannya).
  3. Membuat mereka yang mengahasilkan informasi memproses informasi tersebut.
  4. Memusatkan dan menyebarkan data.
  5. Mengintegrasikan aktivitas pararel.
  6. Memberdayakan para pekerja, menggunakan pengendalian internal, dan membuat struktur organisasi menjadi lebih datar.
  7. Mengumpulkan data saat itu juga di sumbernya .

Tantangan Yang Dihadapi Dalam Usaha Rekaya Ulang.  Agar dapat berhasil menyelesaikan proses rekayasa ulang, perusahaan harus menghadapi dan mengatasi hambatan-hambatan berikut ini :
  • Tradisi.  Cara-cara lama untuk melakukan segala sesuatu seringkali tidak dapat ditinggalkan dengan mudah, terutama praktik yang berhubungan dengan budaya perusahaan.
  • Penolakan.  Para manajer harus memastikan, membujuk, dan memberi dukungan bagi mereka yang terkena dampak perubahan agar perubahan yang diperlukan dapat berjalan.
  • Persyaratan waktu. Proses yang panjang, memakan waktu lebih dari dua tahun.
  • Biaya.  Merupakan hal yang mahal untuk menemukan cara yang lebih cepat dan efisien untuk beroperasi.
  • Kurangnya dukungan pihak manajemen.  Manajemen sistem informasi kekurangan kekuasaan dan pengaruh untuk mendorong proyek rekayasa ulang agar dapat berhasil baik.
  • Resiko. Berhasil dipuja, gagal dibuang.
  • Skeptisme. Rekayasa ulang tidak dapat dilakukan.
  • Pelatihan kembali. Karena merubah cara pekerjaan dilakukan. Para pegawai harus dilatih kembali, yang memakan waktu dan mahal.
  • Pengendalian. Jika pengendalian mengalami rekayasa ulang hingga keluar dari system, pengendalian harus di bangun ke dalam sistem yang akan menggantikan.

5. PEMBUATAN PROTIPE
  • Pendekatan ke desain sistem yang mengembangkan model kerja yang disederhanakn dari sistem.
  • Rancangan awal ini, dapat dengan cepat dan murah untuk di bangun dan diberikan pada para pemakai untuk diuji
  • Para pemakai dapat mencoba aplikasi yang sesungguhnya, mereka dapat memberikan tanggapan atas apa yang mereka sukai dan tidak mereka sukai atas aplikasi tersebut. (tidak hanya diagram, gambar, dan penjelasan verbal, atau dokumnetasi yang tebal).

Langkah-Langkah Dalam Mengembangkan Protipe
Langkah-1
Mengidentifikasi persyartan sistem melalui pertemuan dengan para pemakai untuk menyepakati ukuran dan lingkup sistem, dan untuk memutuskan sistem apa yang harus dimasukkan dan dikeluarkan.

Langkah-2
Mengembangkan protipe awal yang memenuhi persyaratan yang telah disetujui.  Pekenannya pada :
  • Kecepatan dan biaya rendah daripada efisiensi operasional.
  • Implementasikan protipe dalam periode singkat, mungkin beberapa hari atau minggu.
  • Ketika protipe selesai, pengembang mengembalikannya kepada para pemakai dan mendemontrasikan sistem tersebut.
  • Para pemakai diperintahkan untuk bereksperimen dengan sistem tersebut dan memberikan komentar atas apa yang mereka sukai dan tidak mereka sukai dari isi dan kinerja sistem tersebut.

Langkah-3
Adalah proses berulang dengan para pemakai mengidentifikasi perubahan, pengembang membuat perubahan, dan sistem tersebut sekali lagi dikembalikan pada para pemakai untuk dievaluasi dan dicoba.  Proses berulang ini terus berlanjut hingga para pemakai merasa puas dengan sistem tersebut.  Pembuatan protipe umumnya akan melalui empat hingga enam perulangan.

Langkah-4
Adalah menggunakan sistem yang disetujui oleh para pemakai.  Protipe yang telah disetujui biasanya digunakan dalam satu dari dua cara yaitu :
  • Protipe operasional : setengah dari keseluruhan protipe diubah menjadi sistem yang berfungsi penuh.
  • Protipe non operasional (buangan), protipe disingkirkan (tidak dipakai), protipe yang dibuang dapat digunakan untuk mengembangkan sistem yang baru.

Dalam siklus hidup pengembangan sistem tersebut, protipe berfungsi sebagai model untuk pengembangan.

Kondisi yang mendukung penggunaan protipe
§         Para pemakai kurang pemahamannya atas kebutuhan mereka, atau kebutuhan mereka berubah dengan cepat.
§         Persyaratan sistem sulit ditetapkan.
§         Input dan output sistem belum diketahui.
§         Tugas yang harus dilakukan tidak terstruktur dan semi terstruktur.
§         Para pendesaian tidak pasti akan apa yang digunakan.
§         Sistem yang dikembangkan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan.
§         Resiko yang berkaitan dengan pengembangan sistem yang salah tinggi. 
§         Reaksi para pemakai atas sistem yang baru adalah pertimbangan penting dalam pengembangan.
§         Banyak strategi desain yang harus diuji.
§         Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
§         Pegawai pengembangan memiliki pengalaman dengan alat protipe lainnya.
§         Pegawai pengembangan memiliki sedikit pengalaman dalam mengembangkan sistem atau aplikasi yang dipertimbangkan.
§         Sistem akan jarang digunakan ( dan karenanya efisiensi pemrosesan bukanlah hal utama)

Keuntungan dan Kelemahan Pembuatan Protipe
Keuntungan
Kelemahan
·        Biasanya menghasilkan pemahaman yang lebih baik atas kebutuhan pemakai daripada pendekayan lainnya.
·        Keterlibatan pemakai dan kepuasan pemakai yang lebih besar serta lebih sedikitnya risiko sistem tersebut tidak akan digunakan.
·        Sistem dapat dikembangkan dengan jauh lebih cepat.
·        Kesalahan cenderung dapat dideteksi dan ditiadakan.
·        Para pemakai dapat melihat  dan menggunakan sistem tersebut dan punya peluang untuk membuat perubahan.
·        Lebih murah daripada pendekatan lain nya
·        Membutuhkan banyak waktu pemakai
·        Jalan pintas yang digunakan untuk mengembangkan protipe dapat mengakibatkan sistem yang tidak efisien.
·        Dapat tidak mengarah pada tujuan analisa kebutuhan yang menyeluruh dan komprehensif.
·        Para pengembang dapat menyimpangkan proses pengujian dan dokumentasi .
·        Dapat mengakibatkan sejumlah reaksi keperilakuan negative.
·        Perulangan dan revisi tanpa akhir dapat diajukan karena perubahan begitu untuk dilakukan.
      
6. COMPUETR –AIDED SOFTWARE ENGINEERING (CASE)
§         Adalah pengembang software yang mengembangkan software untuk orang lain, namun tidak membuat software untuk mempermudah pekerjaan mereka.
§         Alat Case tidak menggantikan desainer terampil, melainkan menyediakan sekumpulan alat terpadu yang mendukung para pengembang secara efektif untuk semua tahpana SDLC
§         Software pada umumnya memiliki alat-alat yang perencanaan strategis, manajemen sistem dan proyek, desain database, tampilan layar dan laoran, dan pembuatan kode secara otomatis.

Keuntungan dan Kerugian Teknologi CASE
Keuntungan :
  1. Perbaikan produktivitas
  2. Perbaikan kualitas program
  3. Penghematan biaya
  4. Perbaikan prosedur pengendalian
  5. Penyederhanaan dokumentasi.

Kerugian :
  1. Tidak kompatibel.  Beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan sistem yang lain.
  2. Biaya. Harga tekhnologi CASE (Mahal)
  3. Harapan yang tidak terpenuhi. 

Tidak ada komentar: