Monday, 6 April 2015

Pengantar akuntansi 2 : Kas dan Kas Kecil



KAS

Pengertian Kas
Kas menurut pengertian yang sempit berarti uang.  Di dalam akuntansi istilah kas mengandung pengertian yang lebih luas karena meliputi juga uang kertas, uang logam, check, pos wesel simpanan di bank dan segala sesuatu yang dapat disamakan dengan uang

Cara Penyajian Kas dalam Neraca
Kas di laporkan dalam neraca sebesar nilai nominalnya . Penyajian Kas di dalam neraca dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang umum digunakan adalah:
Digunakan satu rekening “kas” yang menunjukkan seleuruh elemen kas yang dimiliki  perusahaan, baik kas yang ada di perusahaan maupun kas yang disimpan di bank dalam bentuk rekening-rekening giro.
Kas di bagi menjadi 2 rekening yaitu :
  1. Digunakan satu Rekening “Kas “ yang menunjukkan seleuh elemen Kas yang dimilikiperusahaan, baik kas yang ada di perusahaan maupun kas yang disimpan di bank dalam bentuk rekening-rekening giro.
  2. Kas dibagi menjadi 2 rekening yaitu :
    1. Rekening “Kas” yang menunjukkan saldo kas yang ada diperusahaan
    2. Rekening “bank” yang menunjukkan saldo kas yang disimpan di bankdalam bentuk rekenng-rekening Giro.


Rekonsiliasi Rekening Bank
Saldo yang nampak dalam Laporan Bank diterima pemegang giro dari banknya kadang-kadang tidak sama dengan saldo  yang nampak dalam pembukuan pemegang giro.  Hal-hal yang bias menyebabkan terjadinya perbedaan itu adalah karena adanya transaksi-transaksi yang belum dicatat  oleh salah satu pihak atau karena adanaya kesalahan pembukuan baik yang terjadi dalam pembukuan pemegang giro atau mungkin juga dalam pembukuan yang diselenggarakan bank.

Rekonsiliasi berarti menentukan hal-hal yang menimbulkan adanya perbedaan antara saldo yang nampak dalam laporan bank dengan saldo yang nampak dalam laporan bank dengan saldo yang nampak dalam catatan pemegang giro.  Dengan mengetahui factor-faktor yang menimbulkan perbedaan tersebut maka dapatlah ditentukan saldo yang benar untuk dicantumlan di dalam neraca.

Transaksi-transaksi yang sudah dicatat oleh pemegang giro tetapi belum dicata oleh bank, misalnya :
  1. Chek dalam peredaran, yaitu check yang telah ditarik oleh pemegang giro teta[I oleh si penerima check belum diuangkan di bank yang bersangkutan.
  2. Setoran dalam perjalanan, yaitu setoran yang telah dilakukan dan dicatat pemegang giro tetapi belum tercantum dalam laporan bank.  Hal ini dapat terjadi karena berbagai sebab, antara lain karena setoran tidak dilakukan pada akhir bulan dan belum sempat dicatat dalam pembukuan bank.
Transaksi-transaksi yang nampak di dalamlaporan bank tetapi belum dicata dalam pembukuan pemegang giro, misalnya :
  1. Biaya administrasi,  Besarnya biaya administrasi yang dibebankan oleh bank kepada pemegang giro biasanya baru diketahui oleh si pemegang giro setelah yang bersangkutan menerima laporan bank.
  2. Pendebetan karenacheck kosong.  Bank akan segera memberitahukan kepada pemegang giro jika check yang disetorkan ke bank ternyata tidak ada danya (kosong) dan bank akan mendebet kembali rekening rekening sipemegang giro.  Biasanyapemegang giro akan menunda pencatatan atas adanya check kosong tersebut sampai datangnya laporan bank.
  3. Biaya penagihan bank. Bank biasnya membebani pemegang girodengan biaya penagihan atas wesel yang diserahkan pada bank untuk ditagih.  Pembebanan biaya ini hamper sama sifatnya dengan biaya administrasi diatas.

Prosedur Pembuatan Rekonsiliasi Bank
Langkah-Langkah dalam pembuatan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut :
  1. Bandingkan setoran-setoran yang tercantum dalam laporan bank dengan setoran-setoran yang tercantum dalampembukuan pemegang giro.  Catatlah setoran setoran yangtidak cocok jumlahnya dan/atau setoran-setoran yang belum dicatat oleh bank.  Dalamhal terdapat setoran yang tidak cocok jumlahnya, tentukan jumlah setoran yang benar.
  2. Buatlah daftar check yang telah diuangkan di bank berdasrkan urut nomor dan bandingkanlah daftar tersebut dengan pengeluaran-pengeluaran check yang tercantum dalam jurnal pengeluaran kas.  Berilah tanda pada jurnal tersebut, untuk check yang tercantum dalam daftar check yng telah diuangkan di bank.  Jika ternyata ada checkyang telah ditarik tapi tidak tercantum dalam daftar check tersebut, maka itu berarti bahwa check-check tersebut masih dalam peredaran (belum diuangkan) dan jumlah rupiah check itu harus dikurangkan dari saldo menurut laporan bank.
  3. Kurangkan pada saldo menurut pembukuan pemegang giro, semua debet memo yang dikirimkan oleh bank dan belum dicata oleh pemegang giro (misalnya debet memo dari bank untuk pembebabanan biaya administrasi).
  4. Tambahkan pada saldo menurut pembukuan pemegang giro, semua kredit memo yang dikirm oleh bank dan belum dicatat oleh pemegang giro (misalnya wesel yang ditagih melalui bank.)
  5. Periksa apakah ada check yang dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank bulan lalu, yang masih belum juga diuangkan pada bulan ini.  Jika ada maka check tersebut harus dimasukan sebagai check dalam peredaran pada rekonsiliasi pasa bulan ini.
  6. Periksalah bahwa setoran dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank bulan lalu, telah di kredit pada laporan bank bulan ini.
  7. Buatlah rekonsiliasi bank dengan langkah-langkah seperti telah diuraikan di atas.
  8. Buatlah jurnal untuk pendebetan dan pengkreditan yang tercantum dalam laporan bank tetapi belum dicata dalam pembukuan pemegang giro.

Kas Kecil
Dalam hal-hal tertentu tidakalah praktis untuk menggunakan check sebagai alat pembayaran , misalnya untuk pembelian perangko, membayar biaya perjalanan, membayar biaya telegram, membayr biaya taxi dan pembayaran lainya.  Oleh itu perusahaan perlu mempunya sejumlah kastertentu yangdisediakan untuk keperluan pembayaran-pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check yang di sebut kas kecil .
Agar control intern terhadap pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil ini dapat dilakukan dengan baik, maka perusahaan bisa melaksanakan pengurusan kas kecil dengan menggunakan Sistem Imprest.  Beberapa ketentuan pokok dalam melaksanakan system imprest ini adalah sebagai berikut :
  1. Kas kecil disediakan khusus untuk keperluan pembayaran-pembayaran yang kecil jumlahnya dan tidak praktis bila dilakukan dengan menggunakan check.
  2. Dana yang disediakan dalam kas kecil telah ditentukan jumlahnya (tidak diperkenankan lebih besar dari jumlah yang telah ditetapkan).
  3. Pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil hanya bis adilakukan jika ada perintah pengeluaran kas yang ditanda-tangani oleh pejabat yang berwenang.
  4. Pengisian kembali kas kecil hanyalah untuk jumlah kas kecil yang telah di gunakan, sehingga setelah dilakukan pengisian kembali, maka kas akecil akan kembali pada jumlah semula.

Tuesday, 24 March 2015

Pengantar Akuntansi 1 :Jurnal Posting





JURNAL DAN POSTING


PROSES AKUNTANSI

















 
Transaksi                Bukti Transaksi             Jurnal              Buku Besar
Keuangan



JURNAL

Ÿ Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiah masing-masing.

Ÿ Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar harus dicatat dahulu dalam jurnal, sehingga jurnal disebut Buku catatan pertama (Book of Original Entry)

Ÿ Manfaat jurnal:
1.  Alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi
2.  Alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
3.  Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
4.  Jurnal menyediakan ruang yang cukup uuntuk keterangan transaksi.
5.  Lebih mudah melakukan pengecekan kesalahan pencatatan, dibandingkan apabila transaksi dicatat langsung ke buku besar.

Ÿ Bentuk Jurnal

JURNAL

Tanggal


(1)
Nama Rekening & Keterangan

(2)
Nomor Rekening

(3)
Jumlah

Debet
(4)
Kredit
(5)
















Kolom (1) : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi
Kolom (2) : untuk mencatat nama rekening yang didebet dan dikredit
Kolom (3) : untuk mencatat nomor rekening yang didebet dan dikredit
Kolom (4) : untuk mencatat jumlah rupiah yang didebet
Kolom (5) : untuk mencatat jumlah rupiah yang dikredit


Ÿ Proses mencatat suatu transaksi di dalam jurnal disebut menjurnal

Ÿ Prosedur menjurnal :
1.  Tahun ditulis pada baris pertama. Tahun biasanya tidak ditulis berulang-ulang pada suatu halaman apabila tahun tidak diganti.
2.  Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama. Nama bulan hanya ditulis lagi pada bagian atas halaman yang baru atau pada awal bulan yang baru.
3.  Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil. Untuk setiap transaksi perlu ditulis tanggalnya meskipun dalam tanggal yang sama terjadi beberapa transaksi.
4.  Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri dalam kolom (2) dan jumlah pendebetan dimasukkan ke dalam sisi kiri atau kolom (4) dalam kolom jumlah
5.  Nama rekening yang dikredit ditulis dalam baris berikutnya pada kolom (2) dan ditulis sedikit masuk ke sebelah kanan bila dibandingkan dengan nama rekening yang didebet. Jumlah pengkreditan dicatat pada sisi kanan atau kolom (5) dalam kolom jumlah.
6.  Penjelasan atau keterangan ditulis pada baris berikutnya dalam kolom (2). Sebaiknya keterangan ditulis secara singkat tanpa mengabaikan informasi yang penting, dan dapat dipahami dengan jelas.

Ÿ  Nama rekening dalam jurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan dalam buku besar.
Contoh: perusahaan menerima uang, maka rekening yang digunakan adalah rekening Kas, bukan rekening Terima Uang

Ÿ        Contoh lembar jurnal yang telah digunakan :

JURNAL

Tanggal


(1)
Nama Rekening & Keterangan

(2)
Nomor Rekening

(3)
Jumlah

Debet
(4)
Kredit
(5)
2003
Sept




1




3


Kas
    Modal, Dimas
(Setoran modal dari Tuan Dimas)

Peralatan Kantor
    Kas
(Pembelian komputer)




Rp 50.000.000




Rp   7.000.000


Rp 50.000.000




Rp  7.000.000










Ÿ        Jurnal yang dibuat untuk suatu transaksi disebut ayat jurnal. Antara ayat jurnal yang satu dengan yang lain diberi jarak agar terlihat jelas batasnya.

Ÿ        Kolom nomor rekening tidak diisi pada saat menjurnal. Kolom ini harus diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekening buku besar.



POSTING

Ÿ        Posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah dalam kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekening.

Ÿ        Prosedur Posting :
1.  Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening yang bersangkutan. Apabila suatu jumlah dicatat di sisi debet dalam jurnal, maka posting harus dilakukan ke sisi debet rekening, dan sebaliknya.
2.  Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom F (Folio) di rekening.
3.  Langkah berikutnya adalah menuliskan nomor rekening yang telah diposting pada kolom Nomor Rekening di dalam jurnal. Tujuannya :
a.  untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah diposting
b.  untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan rekening di buku besar.


KODE REKENING

Ÿ Kelompok rekening di buku besar telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Jumlah rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat operasi perusahaan, volume kegiatan perusahaan, dan sampai seberapa jauh dibutuhkan rincian.
    Semakin rinci informasi yang dibutuhkan, jumlah rekening yang perlu disediakan semakin banyak

Ÿ Jika rekening perusahaan sangat banyak sehingga laporan keuangan akan menjadi sangat panjang, maka rekening dapat dikelompokkan dan hanya kelompok utama rekening yang dilaporkan dalam laporan keuangan

Ÿ Jika rekening buku besar banyak jumlahnya, perlu ada Kode rekening. Pada umumnya cara pemberian nomor rekening bertitik tolak dari pengelompokkan rekening dalam 5 golongan, yaitu: aktiva, utang, modal, pendapatan, dan biaya.

Ÿ Contoh Kode rekening


Hotel "Bukit Indah"
Kode Rekening
Nomor Kode
Aktiva (1-399)



Aktiva Lancar (1-99)


Kas
Surat Berharga
Piutang Dagang
Perlengkapan Hotel
1
10
20
50


Investasi (100-199)


Investasi Saham PT "Bintang"
100


Aktiva Tetap (200-299)


Tanah
Gedung
Kendaraan Bermotor
Mebel
200
201
210
220


Aktiva Lain-lain (300-399)


Goodwill
301

Kewajiban (400-599)



Kewajiban Lancar (400-499)


Utang Dagang
Utang Wesel
Utang Pajak
400
410
450


Kewajiban Jangka Panjang (500-599)


Utang Hipotik
Utang Obligasi
500
510

Modal (600-699)


Modal
Prive
600
601

Pendapatan (700-799)


Pendapatan Hotel
Pendapatan Restoran
Pendapatan Kolam Renang
Pendapatan Lain-lain
700
701
702
703

Biaya (800-899)


Biaya Gaji
Biaya Listrik
Biaya Telepon
Biaya Advertensi
Biaya Asuransi
800
802
803
804
805






Contoh :   diberikan pada waktu tatap muka



KOREKSI KESALAHAN

Ÿ Kesalahan dapat terjadi pada waktu menjurnal dan posting. Kesalahan tersebut tidak boleh dokoreksi dengan cara menghapus, karena bekas menghapus akan menimbulkan kecurigaan seakan-akan telah terjadi ketidakberesan atau kecurangan.

Ÿ Ada beberapa kemungkinan kesalahan sehubungan dengan penjurnalan dan posting dan cara mengatasinya, yaitu:
1.       Suatu transaksi dicatat langsung ke buku besar
Cara mengatasi: segera dilakukan penjurnalan atas transaski yang bersangkutan dengan memberikan keterangan seperlunya agar kesalahan tersebut dapat diterima oleh pihak yang terkait.
2.       Suatu transaksi sudah dijurnal, tetapi belum diposting.
Cara mengatasi: segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan.
3.      Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar.
Cara mengatasi: perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. Prosedur yang sebaiknya dilakukan:
a.       Buatlah garis lurus pada nama rekening yang salah, atau jumlah rupiah yang salah, dengan tinta yang menyolok, sehingga kesan  tersebut dapat segera dilihat.
b.       Tuliskan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya di atas nama rekening atau jumlah rupiah yang salah dan telah bergaris tersebut.


Contoh:

Pada tanggal 13 Agustus 2003 pembelian peralatan kantor sejumlah Rp 250.000 secara tunai, salah dicatat sebagai pembelian bahan habis pakai Rp 205.000 tunai.
Koreksi yang dilakukan:

Tanggal


(1)
Nama Rekening & Keterangan


(2)
Nomor Rekening

(3)
Jumlah

Debet
(4)
Kredit
(5)


2003
Agt




13







Peralatan Kantor
Bahan Habis Pakai
     Kas
(Mencatat pembelian tunai Bahan Habis Pakai)
Perangkat Kantor


Rp 250.000
Rp 205.000





Rp 250.000
Rp 205.000










4.      Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau jumlah rupiah yang salah dan diketahui setelah jurnal tersebut di posting ke buku besar.
Cara mengatasi: harus dibuat jurnal koreksi, yang berfungsi:
a.  menetralkan kesalahan
b.  mencatat transaksi seperti yang seharusnya

Contoh:

Pada tanggal 13 Agustus dikeluarkan kas Rp 250.000 untuk pembelian peralatan kantor. Transaksi tersebut telah dijurnal dan diposting dengan mendebet rekening Bahan Habis Pakai.

Kesalahan penjurnalan tersebut mengakibatkan:
a.     rekening Peralatan Kantor kurang didebet Rp 250.000
b.    rekening Bahan Habis Pakai lebih didebet Rp 250.000

Akibat jurnal yang salah, maka rekening Bahan Habis Pakai dan rekening Kas tampak sbb:

          Bahan Habis Pakai                                             Kas








 
 13/8   Rp 250.000                                                                                   13/8  Rp 250.000


Seandainya jurnalnya benar, maka rekening-rekening yang seharusnya:

          Peralatan Kantor                                                 Kas








 
 13/8   Rp 250.000                                                                                 13/8   Rp 250.000



Jurnal koreksi yang harus dibuat:

a.       menetralkan kesalahan pendebetan rekening Bahan Habis Pakai, sehingga jurnal koreksi harus mengkredit rekening Bahan Habis Pakai sebesar Rp 250.000, dan
b.      mencatat transaksi seperti yang seharusnya, yaitu mendebet rekening Peralatan Kantor, sehingga jurnal tersebut harus mendebet rekening Peralatan Kantor sebsar Rp 250.000. Rekening Kas tidak perlu dikoreksi karena sudah benar.

Jurnal koreksi tersebut adalah:









Tanggal


(1)
Nama Rekening & Keterangan


(2)
Nomor Rekening

(3)
Jumlah

Debet
(4)
Kredit
(5)

2003
Agt



13


Peralatan Kantor
     Bahan Habis Pakai
(Untuk koreksi kesalahan)



Rp 250.000





Rp 250.000










Jurnal koreksi di atas harus diposting. Setelah posting, rekening Peralatan Kantor dan rekening Bahan Habis Pakai tampak sbb:

          Peralatan Kantor                                                 Bahan Habis Pakai








 
 Koreksi     Rp 250.000                                      13/8   Rp  250.000    Koreksi  Rp  250.000





LATIHAN SOAL

Perusahaan "Puspa Warna" didirikan tanggal 1 Oktober 2002 oleh Tuan Karami. Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan pertama operasinya adalah sbb:

Oktober
1
Tuan Karami memulai usahanya dengan membuka rekening bank atas nama perusahaan dengan menggunakan simpanan pribadinya sebesar                    Rp 30.000.000,-

2
Dibayar sewa gedung untuk bulan Oktober Rp 600.000,-

3
Dibeli peralatan kantor secara kredit dari Toko Jaya seharga Rp 4.200.000,-

5
Dibayar biaya iklan untuk bulan Oktober sebesar           Rp 120.000,-

11
Dibeli Perlengkapan kantor secara kredit seharga          Rp 240.000,-

15
Diselesaikan service untuk PT. Nusa dan difakturkan sebesar Rp 1.800.000,-

16
Diterima uang sebesar Rp 1.075.000,- atas jasa yang diserahkan kepada pelanggan

17
Dibayar cicilan kepada Toko Jaya sebesar                    RP 1.500.000,- untuk peralatan kantor yang dibeli beberapa hari sebelumnya

19
Diterima uang sebesar Rp 930.000,- sebagai pembayaran jasa yang telah diserahkan kepada pelanggan

22
Diterima cicilan pembayaran dari PT. Nusa sebesar      Rp 600.000,-

24
Dibayar biaya perjalanan Rp 180.000,-

25
Dibayar biaya telepon Rp 67.500,-

29
Tuan Karami mengambil uang perusahaan sebesar      Rp 1.050.000,- untuk keperluan pribadi

31
Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 1.650.000,-

Diminta:

1.    Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi di atas
2.    Dengan menggunakan daftar rekening berikut ini, bukukanlah jurnal tersebut ke dalam rekening yang bersangkutan.

101
Kas
300
Pendapatan Jasa
103
Piutang Dagang
351
Biaya Gaji
110
Perlengkapan Kantor
352
Biaya Sewa
122
Peralatan Kantor
355
Biaya Perjalanan
201
Utang Dagang
358
Biaya Iklan
250
Modal, Tn. Karami
362
Biaya Telepon
251
Prive, Tn. Karami



3. Hitunglah saldo masing-masing rekening, dan buatlah Neraca Saldo per 31 Oktober 2002